Seringkah mendengar cerita kawan dekat dan keluarga kita dirawat di rumah sakit? Terlalu sering? Dan pastinya banyak yang terbantukan dengan program BPJS, ya kan? Syukurlah.

Namun bagaimana dengan mereka yang pendapatannya harian seperti buruh lepas, pedagang kecil? ketika mereka dirawat di RS, apakah mereka mendapat santunan yg bisa membantu nafkah keluarga? apalagi pengeluaran makin besar, termasuk untuk menunggu di RS, dan kebutuhan lain. Adakah program yang katakanlah dapat mengganti pendapatan mereka yg hilang akibat sakit dan tidak bekerja? Banyak mereka yang terkena musibah sakit akhirnya menjual peralatan usaha mereka guna memenuhi kebutuhan dan memberi nafkah anggota keluarga. Dan bagaimana jika ia meninggal, adakah pemberian santunan? Yang kami lihat masih banyak mereka yang akhirnya terpuruk dalam lingkar kemiskinan akibat sakit dan tidak memiliki jaminan kesehatan.

Melihat fenomena itu, kami dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendisain dan menjalankan sebuah program yang kami beri nama BUNGKESMAS, Tabungan Kesehatan Masyarakat. Ini adalah program jaminan kesehatan, kecelakaan dan kematian, yg dipadukan dengan tabungan sukarela. Asuransi dikelola oleh perusahaan asuransi multinasional, dan tabungan dikelola oleh organisasi/lembaga keuangan mikro/mitra lokal yang membantu registrasi dan klaim.

Sejak 2010 program dibuat, dilakukan uji coba beberapa kali dan skema dimodifikasi menjadi bentuk yang sekarang. Dengan iuran 100rb per tahun, peserta berhak mendapat jaminan santunan kesehatan (rawat inap, operasi), kecelakaan dan kematian. Mudahnya, jika dirawat semalam, peserta akan mendapat 100rb per malam, dan bisa menjamin sampai 90 hari dalam 1 tahun. Ada pula santunan jika meninggal (2,5 juta) dan meninggal karena kecelakaan (20 juta), dan membolehkan dobel asuransi. (Lihat brosur). Tapi jangan salah. Program ini tetap mendukung BPJS, tapi mengisi kebutuhan santunan yang belum bisa ditutupi oleh BPJS.

Bungkesmas menjadi salah satu program pemberdayaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. STF adalah lembaga sosial kemanusiaan berdiri resmi sejak 2012 yang fokus dalam CARE (Charity, Advocacy, Research & Endowment), khususnya dalam bidang pendidikan. Ketua Board STF adalah Prof. Komaruddin Hidayat. Program utama STF adalah memberikan bantuan pendidikan. Lihat www.stfuinjakarta.org. Bungkesmas adalah program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk memiliki kesadaran menabung dan memiliki jaminan kesehatan mandiri. Secara tidak langsung ini merupakan program pengurangan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Siapapun bisa membantu sesama melalui program ini dan menjadi mitra Bungkesmas. Bisa mitra individu, bisa juga mitra kelembagaan yaitu lembaga/perusahaan/organisasi sosial (seperti arisan dan pengajian), koperasi, BMT, UKM, bisa juga lembaga pendidikan.

Proses pendaftaran dan klaim dibuat mudah dan simpel, namun tetap terpercaya. Bungkesmas sudah terdaftar dan diawasi OJK sejak 2014, dan asuransinya dikelola oleh perusahaaan asuransi multinasional. Skema kelembagaan bisa memberikan keuntungan yg benefitnya diberikan kepada lembaga.

Ketika ada kerabat, tetangga yang sakit, anda sudah melakukan kebajikan dengan menolong dan memberi santunan. Usaha yang mulia. Namun, berapa besar, berapa banyak yang sakit/meninggal/ kecelakaan bisa dibantu? Memberi advokasi dan memasukkan sahabat, kerabat dalam sistem jaminan kesehatan bisa memberi manfaat perlindungan lebih lama dan menjadikan masyarakat lebih mandiri. Setidaknya jika masuk pada program Bungkesmas dan membayar 100rb, santunan harian jika dirawat sudah ada yang menanggung dalam periode satu tahun. Uang tabungan sukarela pun bisa diambil untuk kebutuhan ketika sakit.

Yuk, membantu orang-orang di sekitar kita dengan cara 1) membantu berderma untuk orang terdekat agar bisa menjadi anggota Bungkesmas (100rb per orang untuk satu tahun), 2) membantu atau bergabung dalam program mitra Bungkesmas atau 3)  menyebarkan tulisan ini. Informasi detail bisa datang/telpon ke kantor STF UIN Jkt (021-7499531) atau kontak sdr. Nurma Elitasari di +6285693166047. Insya Allah, niat baik akan dimudahkan jalannya dan dibalas dengan kemurahan berlimpah.

Salam, Amelia Fauzia (Direktur STF UIN Jakarta).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here