Mari Berbagi Kekuatan Melawan Kanker

UIN Jakarta, STF News—Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta berhasil membuat acara Talk Show dengan tema “Berbagi Kekuatan Melawan Kanker” pada Jumat 7 Agustus 2018. Peserta yang menghadiri Talk Show diperkirakan lebih dari 150 orang yang berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat .

Acara ini mengupas kisah di kalangan masyarakat tentang para pejuang kanker. Cerita ini menjadi sebuah kisah inspiratif, tapi juga sarat akan nilai edukasi bagi para pejuang kanker. Kemudian, saat kita berbicara kanker bukan hanya berbicara kematiannya saja akan tetapi berbicara bagaimana hidup perlu untuk diperjuangkan.

Salah satu survivor sekaligus aktris tanah air yaitu Rachel Amanda pernah mengidap penyakit kanker tiroid. Rachel mengaku sempat mengalami shock berat saat mendengar vonis dokter tersebut.

“Gejala awal itu mungkin nafsu makan menurut mengakibatkan berat badan aku turun. Selain itu, sering berkeringat, mudah mengantuk, detak jantungnya lebih cepat. Gimana ya takut gitu, tapi untung masih tahap awal dan langsung ditangani dokter,” ungkapnya.

Rachel menuturkan, dirinya melakukan operasi pengangkatan kanker tiroid tahun 2014 lalu. Mulanya, dokter mendiagnosis kelenjar tiroid di bagian kanan akan tetapi ternyata kelenjar sebelah kiri juga perlu diangkat karena dikhawatirkan akan menyebar. Alhamdulillah, karena penanganan dini kanker bisa segera dihilangkan.

Perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Dr. Rebbeca N. Angka. M. Biomed menjelaskan, adanya kanker karena banyak faktor yaitu lingkungan, genetik, dan pola hidup orang tersebut. Kemudian, pemeriksaan darah di laboratorium sangatlah membantu untuk menanggulangi menyebarnya kanker. Jadi semakin kita menyadari gejala-gejala aneh itu, berarti perlu waspada dan segera berkonsultasi ke dokter.

“Pasien itu yang tau kondisinya seperti apa. Harus paham dengan kebutuhan badan mereka. Dan lagi, pengobatan kanker itu panjang enggak instan harus butuh kesabaran dan pastinya dukungan dari keluarga terdekat,” ujarnya.

Adapun, lanjut Dr. Rebbeca, gaya hidup sehat menjadi hal yang wajib diketahui setiap orang. Gaya hidup sehat termasuk pola hidup sehat seperti halnya olahraga, makan teratur, dan mengurangi makanan mengandung MSG. Khususnya bagi para pecandu rokok, karena sesungguhnya merokok merupakan faktor resiko terkena kanker.

Selaku Pendamping Survaivor Sri Adi Bramasetia menuturkan pentingnya dukungan 100% dari keluarga dan lingkungan. Hal ini terbukti mempercepat proses penyembuhan karena ada dukungan moril yang sangat besar dan berarti bagi para penderita kanker.

“Kebanyakan yang kita tahu kanker itu suatu penyakit yang membahayakan dan mematikan. Jadi, psikologis pasien kan lagi terguncang karena mereka mengalami frustasi akan penyakitnya. Dan kita sebagai orang-orang terdekatnya wajib menyemangati dan mensuport si pasien itu,”. ()

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *