Jakarta, 5 Desember 2025 — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Seminar Self Improvement dengan tema “Kiat Membuat Goal Setting Akademik dan Non Akademik” sebagai rangkaian peringatan International Volunteer Day 2025. Acara berlangsung di  Teater Lantai 3, FITK UIN Jakarta yang diikuti oleh mahasiswa dan para volunteer.

Acara berlangsung mulai pukul 09.00–11.30 WIB dan menghadirkan narasumber Maolidah, M.Psi., CHT., Dosen Psikologi Pendidikan FITK UIN Jakarta, yang secara khusus membahas pentingnya penyusunan tujuan hidup berbasis potensi diri. Seminar ini juga didukung oleh Dompet Dhuafa serta sejumlah media partner seperti DNK TV, CSIFEB News, dan lainnya. MC menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dan memperkenalkan rangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh STF UIN Jakarta sebagai bentuk penguatan kapasitas relawan.

Sambutan Utama: Dr. Jakiatin Nisa, M.Pd Tekankan Makna Kerelawanan

Sambutan inti pada kegiatan International Volunteer Day disampaikan oleh Dr. Jakiatin Nisa, M.Pd, perwakilan lembaga Social Trust Fund. Beliau membuka materi dengan ungkapan syukur, kemudian mengulas sejarah penetapan International Volunteer Day oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1985. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum global untuk mengingatkan bahwa setiap individu, dengan kapasitas apa pun, mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Dr. Jakiatin menegaskan bahwa pemberdayaan bukan hanya milik lembaga besar. “Hari ini, dunia menetapkan International Volunteer Day untuk menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya milik lembaga besar. Individu pun, dengan potensi kecil sekalipun, dapat memberi dampak yang besar,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti bahwa kontribusi relawan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada pencapaian target pembangunan semata. “Kerelawanan itu bukan hanya soal impact SDGs. Dalam perspektif agama, memberi adalah amal jariyah yang tidak pernah habis. Kebaikan itu hidup terus meski kita sudah tidak ada,” tambahnya.

Menutup sambutan, beliau mengajak mahasiswa menjadi generasi yang aktif, peduli, dan mampu membangun jejaring sosial yang kuat. 

Pemberian Materi Utama oleh Maolidah, M.Psi., CHT

Sesi inti seminar disampaikan oleh Ibu Maolidah, M.Psi., CHT., Dosen Psikologi Pendidikan FITK UIN Jakarta. Beliau membuka materinya dengan mengajak peserta melakukan latihan self-talk sebagai bentuk refleksi diri. Peserta diminta menutup mata, meletakkan tangan di dada, dan menarik napas panjang sebelum mengikuti panduan penghayatan yang beliau sampaikan. Dengan suara lembut, beliau menuntun peserta mengucapkan, “Ucapkan syukur kepada Allah. Katakan: terima kasih ya Allah atas semua keadaan ini. Ajarkan aku menerima semua kondisi ini.”

Ia menjelaskan bahwa latihan ini merupakan langkah awal penting untuk membantu seseorang kembali terhubung dengan tubuh, emosi, dan tujuan hidupnya. Ia menegaskan bahwa self improvement tidak dapat dipisahkan dari kesadaran diri. “Self improvement dimulai dari menyadari tubuh, menerima perasaan, dan berdamai dengan keadaan,” ujarnya.

Memasuki bagian materi tentang pengenalan diri, beliau juga menekankan bahwa banyak individu belum memahami potensi mereka secara utuh. Padahal, setiap orang memiliki keberagaman kecerdasan seperti linguistik, interpersonal, visual-spasial, hingga eksistensial. Menurutnya, pemahaman ini menjadi dasar dalam menentukan arah dan tujuan hidup. “Tujuan hidup tidak bisa dibuat tanpa memahami kecerdasan, bakat, dan cara belajar kita. Kenali apa yang membuatmu berbeda. Itulah modalmu,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan relasi sosial sebagai fondasi kehidupan yang seimbang. Ia mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan diri secara menyeluruh. “Bagaimana anda mau mencapai tujuan kalau tubuhmu lelah dan hatimu kosong? Jaga tubuhmu, jaga pikiranmu, dan jaga hubunganmu dengan orang-orang di sekitarmu,” pesannya.

Refleksi: Orang-Orang Berpengaruh dalam Hidup

Ibu Maolidah kemudian mengajak peserta memahami tujuan hidup dari perspektif hubungan sosial. Peserta diminta menyebutkan lima orang yang paling berperan dalam hidup mereka dan mengucapkan satu kalimat untuk tiap orang tersebut.

“Saat kalian mengingat mereka, akan muncul motivasi terdalam. Karena manusia adalah makhluk sosial, tujuan hidup kita selalu terkait dengan orang lain.” ujarnya

Kisah Inspiratif: Mahasiswa Hafizh 27 Juz

Di tengah materi, beliau menyampaikan kisah nyata tentang seorang mahasiswa hafizh 27 juz yang memperoleh beasiswa penuh. Mahasiswa tersebut berasal dari keluarga sederhana, tetapi memiliki sikap yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Ia selalu berkata bahwa ia ingin membuat dosennya bangga. Hari ini, Allah kabulkan. Ia menjadi mutawif di Masjidil Haram dan sedang melanjutkan S2,” tuturnya.

Cerita itu disambung dengan refleksi mendalam:

“Matematika manusia itu 10 dikurangi 7 sama dengan 3. Tapi matematika Allah tidak terhingga, 10 dikurangi 7 bisa menjadi 700. Jangan batasi mimpi dengan logika manusia.”

Goal Setting: Dari Mimpi Hingga Perencanaan Nyata

Beliau kemudian mengarahkan peserta untuk menyusun goal setting yang konkret. Peserta diminta menuliskan:

  • 10 mimpi tahun 2026,
  • 3 mimpi bulan Desember 2025,
  • 2 mimpi dalam seminggu,
  • dan 1 mimpi untuk hari ini.

Beliau menegaskan bahwa mimpi besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Tidak ada mimpi yang berdiri sendiri. Untuk mengatur tujuan, beliau mengenalkan metode SMART Goals: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.

“Tujuan yang kabur akan membawa langkah yang kabur. Semakin spesifik tujuanmu, semakin jelas jalanmu,” tegasnya.

Penutup: Sinergi Potensi, Syukur, dan Kerelawanan

Acara ditutup dengan foto bersama dan doa penutup. Panitia berharap kegiatan ini dapat memantik kesadaran mahasiswa untuk terus bertumbuh, berkontribusi, dan menetapkan tujuan hidup yang bermakna.

International Volunteer Day tahun ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyadari potensi dirinya serta menggunakannya bagi kebaikan sosial. (Putri Khoirina.N /Volunteer STF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here