Depok, 13 Desember 2015 — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menutup rangkaian kegiatan International Volunteer Day dengan penuh kehangatan dan makna melalui kunjungan sosial ke Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi agenda terakhir yang menegaskan komitmen STF dalam mendukung nilai kemanusiaan, solidaritas, dan inklusi sosial.

YPLB Nusantara merupakan yayasan sosial swasta berasrama yang telah berdiri sejak 2 Oktober 1989 dan bergerak di bidang pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas. Yayasan ini lahir dari kepedulian pendirinya, Bapak Des. Sujono, S.Pai., M.M., yang memulai langkah kemanusiaannya dengan merawat seorang anak berkebutuhan khusus terlantar, hingga akhirnya berkembang menjadi lembaga yang menaungi berbagai karakteristik anak berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 40 relawan STF berinteraksi langsung dengan sekitar 40 anak disabilitas yang tinggal dan belajar di YPLB Nusantara. Acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme, diawali dengan penampilan istimewa dari anak-anak disabilitas yang menampilkan tarian dan nyanyian. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wujud ekspresi diri, kepercayaan diri, serta potensi luar biasa yang dimiliki setiap anak.

Sebagai bentuk kebersamaan, para relawan dan anak-anak juga mengikuti kegiatan crafting gelang secara bersama-sama. Aktivitas sederhana ini menjadi ruang interaksi yang bermakna, mempererat hubungan emosional, serta menumbuhkan rasa saling menghargai antara relawan dan anak-anak disabilitas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh salah satu pengurus STF UIN Jakarta, yaitu Dr. Jakiatin Nisa, M.Pd, yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya agenda sosial tersebut. Kehadiran pengurus STF menjadi simbol komitmen institusi dalam mendorong peran aktif civitas akademika dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan International Volunteer Day ini, STF UIN Jakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap individu, tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental, memiliki hak yang sama untuk dihargai, didukung, dan diberi ruang untuk berkembang. Kunjungan ke YPLB Nusantara menjadi pengingat bahwa inklusi bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang harus terus diperjuangkan bersama. (Putri Khoirina. N/Volunteer)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here