Pertemuan STF , PRIO (Kaja Borchgrevink) dengan SPs terkait Program Double Degree
Ciputat, 4 Februari 2026 — Tim Project Religious Gender Justice, Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta melakukan pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Prof. Din Wahid, serta Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Prof. Zulkifli, untuk membahas kesiapan dan progres program Double Degree antara SPs UIN Jakarta dan University of Groningen, Belanda. Program ini merupakan bagian dari proyek global Religious Gender Justice Activism yang didanai oleh Norwegian Research Council melalui Peace Research Institute Oslo (PRIO).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat SPs UIN Jakarta ini dihadiri oleh jajaran pimpinan SPs, Dr. Kaja Borchgrevink (peneliti senior PRIO), serta tim peneliti Religious Gender Justice Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Amelia Fauzia. Diskusi berfokus pada perkembangan akademik mahasiswa PhD penerima skema double degree, finalisasi dokumen kerja sama (MoU dan MoA), serta rencana penguatan kemitraan ke depan.
Direktur SPs UIN Jakarta, Prof. Zulkifli, menyampaikan bahwa secara akademik program telah berjalan dengan baik sejak dimulai pada September tahun lalu. Mahasiswa penerima skema double degree telah menyelesaikan satu semester perkuliahan dengan capaian akademik yang sangat baik, termasuk penyelesaian mata kuliah wajib dan persiapan publikasi ilmiah.
Ia juga menjelaskan bahwa SPs telah melakukan pembahasan intensif di tingkat internal—melibatkan pimpinan universitas, kantor urusan internasional, dan unit terkait untuk memastikan skema ini selaras dengan sistem akademik UIN Jakarta maupun University of Groningen. “Kami telah menyelesaikan hampir seluruh tahapan administratif dan saat ini menunggu proses penandatanganan MoU dan MoA agar program ini dapat diakui secara resmi oleh pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UIN Jakarta, Prof. Din Wahid, menegaskan bahwa penyelesaian dokumen MoU dan MoA sangat strategis untuk membuka akses dukungan pendanaan dari pemerintah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa setelah dokumen ditandatangani, UIN Jakarta berencana mengajukan dukungan pendanaan agar program double degree ini dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.
“Kami berharap administrasi ini dapat segera diselesaikan sehingga program ini dapat dipromosikan lebih luas, termasuk kepada Kementerian Agama dan lembaga pendanaan nasional, agar semakin banyak mahasiswa yang dapat mengikuti skema double degree ini,” ujarnya.
Program double degree S3 antara UIN Jakarta dan University of Groningen ini dirancang sebagai program perdana dalam skema kerja sama strategis kedua institusi. Ke depan, kerja sama ini juga direncanakan untuk diperluas hingga jenjang master degree, sehingga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengakses pengalaman akademik internasional.
Proyek Religious Gender Justice Activism sendiri merupakan proyek global yang berfokus pada dinamika aktivis dan pegiat keadilan gender berbasis agama di Indonesia. Di Indonesia, proyek ini dijalankan oleh STF UIN Jakarta melalui tim yang terdiri dari Prof. Amelia Fauzia sebagai Ketua Tim, Prof. Kusmana sebagai Senior Researcher, satu mahasiswa PhD penerima beasiswa double degree yang sekaligus menjadi peneliti dalam proyek ini, serta seorang asisten riset.
Melalui kolaborasi ini, STF UIN Jakarta dan SPs UIN Jakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dengan University of Groningen, serta mendorong riset-riset strategis yang berkontribusi pada pengembangan wacana keadilan gender berbasis agama di tingkat global. (Fitriyani & tim)





