Jakarta, 25 Februari 2026 — Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar Ramadhan Giving Series bertajuk “Ramadhan Giving: Menghidupkan Semangat Berbagi” pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan narasumber Dr. Siti Napsiyah Arifuzzaman, MSW, Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur STF UIN Jakarta, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah ritual, tetapi juga penguatan ibadah sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

“Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Selain puasa, tarawih, dan tadarus, kita juga perlu meningkatkan kualitas ibadah sosial kita yakni memberi, berbagi, dan peduli kepada sesama,” ujar Prof. Zuhdi.

Dalam paparannya, Prof. Zuhdi menjelaskan bahwa STF UIN Jakarta merupakan lembaga filantropi Islam yang berada di bawah naungan UIN Jakarta dengan empat fokus utama: pendidikan, penelitian, advokasi, dan filantropi (charity).

STF mengelola dana zakat, infak, sedekah, serta wakaf uang secara produktif untuk mendukung keberlangsungan studi mahasiswa yang membutuhkan melalui skema beasiswa dan dana talangan pendidikan. Selain itu, STF juga aktif dalam riset dan advokasi terkait filantropi Islam serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai lembaga resmi, STF telah terdaftar sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah Badan Amil Zakat Nasional serta menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia dalam pengelolaan wakaf.

Prof. Zuhdi mengajak sivitas akademika UIN Jakarta, dosen, mahasiswa, dan karyawan untuk menyalurkan zakat fitrah, zakat mal, infak, sedekah, maupun wakaf melalui STF agar distribusinya dapat langsung dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Dalam sesi kajian, Dr. Siti Napsiyah Arifuzzaman mengangkat keutamaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185), bulan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka (HR. Bukhari & Muslim), serta bulan di mana pahala dilipatgandakan.

Beliau menekankan bahwa sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan istimewa. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi).

Menurutnya, praktik giving dalam Islam mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang memiliki kekuatan emosional, sosial, spiritual, dan finansial.

Dr. Napsiyah menjelaskan bahwa berbagi memiliki dua dimensi sekaligus:

  1. Dimensi Horizontal (Sosial)
  • Mengurangi kesenjangan sosial
  • Membangun empati dan solidaritas
  • Mempererat persaudaraan
  • Menularkan kebaikan (efek domino sosial)
  1. Dimensi Vertikal (Spiritual)
  • Wujud rasa syukur kepada Allah SWT
  • Membersihkan jiwa dari sifat kikir
  • Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta
  • Membuka pintu keberkahan

Ia juga menegaskan bahwa dalam perspektif kesejahteraan sosial, filantropi Islam menjadi modal sosial yang kuat di Indonesia. Tradisi berbagi di bulan Ramadhan mampu menjadi mekanisme redistribusi kekayaan dan bahkan melengkapi peran negara dalam membantu kelompok rentan.

Sebagai penutup, Dr. Napsiyah menyampaikan bahwa berbagi bukan sekadar transfer materi, tetapi tindakan yang menyembuhkan, baik secara sosial maupun spiritual.

“Berbagi adalah penawar jiwa. Ia menyembuhkan penyakit sosial seperti kesenjangan, sekaligus penyakit spiritual seperti keserakahan. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menghidupkan kembali semangat itu,” tuturnya.

Melalui Ramadhan Giving Series ini, STF UIN Jakarta berharap semangat berbagi terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mari hidupkan semangat berbagi, karena hidup indah bila mencari berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here