Aula Madya, UIN Jakarta — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa melalui penyerahan beasiswa tahun 2026 yang berlangsung di Aula Madya, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur STF yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Husni Rahim, salah satu pendiri STF, Drs. Subarja, M.Pd., Koordinator Program Beasiswa STF, Dr. Jakiatin Nisa, M.Pd., M.M.B., CIIQA., serta mitra STF dari Tokio Marine Insurance Group, Ferawati Gondokusumo, bersama jajaran dan para penerima manfaat beasiswa.
Dalam sambutannya, Prof Amelia Fauzia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan program STF. Ia mengungkapkan bahwa pada semester genap ini, sebanyak 73 mahasiswa menerima beasiswa dengan total penyaluran mencapai Rp270.663.700.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa STF tidak hanya menyediakan beasiswa, tetapi juga menghadirkan skema Dana Talangan sebagai solusi jangka pendek bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial mendadak agar tetap dapat melakukan registrasi tepat waktu. Selain itu, STF juga mengembangkan Dana Abadi yang bersumber dari wakaf uang sivitas akademika, alumni, dan masyarakat umum guna menjamin keberlanjutan program beasiswa dalam jangka panjang.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai mitra, termasuk Tokio Marine Insurance Group. Ferawati Gondokusumo menyatakan komitmennya dalam mendukung penyaluran beasiswa sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan. Hal serupa turut diperkuat oleh Rektor UIN Jakarta melalui berbagai kampanye yang mendorong partisipasi sivitas akademika dalam program STF.
Pada rangkaian acara, Prof. Husni Rahim turut menyampaikan wejangan kepada para penerima beasiswa. Ia menegaskan bahwa beasiswa bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari usaha, doa, dan kesiapan.
“Beasiswa adalah amanah, bukan sekadar hadiah. Karena itu, harus dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek akademik, keterampilan, dan karakter sebagai tiga kunci utama kesuksesan. Menurutnya, dunia tidak hanya membutuhkan individu dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga mereka yang memiliki integritas, kemampuan komunikasi, serta daya juang yang kuat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan melalui seminar motivasi bertajuk “Unlock Your Inner Power: Kamu Layak, Kamu Mampu” yang disampaikan oleh Dr. Sitti Evangeline Imelda Suaidy, M.Si., Psi. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami konsep self-esteem (harga diri) dan self-efficacy (keyakinan terhadap kemampuan diri), serta mengenali pola pikir yang dapat menghambat perkembangan diri.

Pemateri menekankan bahwa kondisi ideal individu terletak pada keseimbangan antara rasa layak dan mampu. Kombinasi keduanya akan mendorong pertumbuhan diri yang ditandai dengan kepercayaan diri yang sehat dan keberanian menghadapi tantangan.
Sementara itu, dalam sesi pembinaan, Dr. Jakiatin Nisa, mendorong para penerima beasiswa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan STF sebagai bentuk timbal balik atas manfaat yang diterima. Ia menegaskan pentingnya menjadikan STF sebagai ruang pengembangan diri setelah prioritas utama pada kewajiban akademik.
“Penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu berkontribusi dan memberikan gagasan bagi kemajuan STF. Kami sangat terbuka terhadap masukan dan inisiatif dari mahasiswa,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, STF tidak hanya menyalurkan bantuan finansial, tetapi juga membangun kesadaran bahwa beasiswa merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan sosial. Penguatan aspek akademik, keterampilan, dan karakter menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berdaya guna bagi masyarakat.





