Ruang Diorama, Berita STF Online — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Pembinaan Volunteer melalui Workshop Sekolah Menulis dengan tema Reportase Dasar dan Teknik Wawancara Jurnalistik di Ruang Diorama, Selasa (09/06/2026). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh para volunteer STF serta peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
Workshop menghadirkan narasumber Drs. Nanang Saikhu, M.A.P., yang memaparkan dasar-dasar penulisan berita, mulai dari pengertian berita, unsur 5W+1H+1S (what, who, when, where, why, how, dan source), hingga teknik penyusunan berita dengan menggunakan konsep piramida terbalik.
Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan bahwa berita merupakan laporan mengenai peristiwa atau fakta yang penting, menarik, dan layak diketahui oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa seorang jurnalis harus berpegang pada fakta dalam menyusun sebuah berita.
“Berita yang baik harus berdasarkan fakta, bukan opini atau asumsi penulis. Tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada perbedaan antara straight news, depth news dan precision journalism. Straight news berfokus pada penyampaian informasi secara cepat, ringkas, dan langsung pada inti peristiwa, sedangkan depth news menyajikan informasi secara lebih mendalam melalui analisis, data pendukung, dan penelusuran yang lebih komprehensif. Sementara precision journalism menekankan penggunaan data, statistik, dan hasil penelitian sebagai dasar penyusunan berita guna meningkatkan akurasi dan objektivitas informasi yang disajikan.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan menulis berita tidak hanya dimiliki oleh mahasiswa jurusan komunikasi atau jurnalistik. Menurutnya, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan keterampilan menulis dan melaporkan suatu peristiwa.
“Semua jurusan bisa menulis berita. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memahami kaidah jurnalistik, serta kemampuan mengamati dan mengolah fakta menjadi informasi yang bermanfaat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, STF UIN Jakarta berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan literasi dan komunikasi, khususnya dalam bidang jurnalistik, sehingga mampu menghasilkan karya tulis yang informatif, edukatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.





