Selasa-Kamis, 17-19 Desember 2019 Komite Kemanusiaan Asia Tenggara SEAHUM (Southeast Asia Humanitarian Comittee) mengadakan pelatihan bagi para pelaku kemanusiaan berupa standar  minimum untuk bantuan kemanusiaan SPHERE di Bakkahland Farm and Resort, Pattani, Thailand. Materi disampaikan oleh Syahri Ramadhan dari Catholic Relief Services (CRS) dan Konsultan dari HI Institute.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta perwakilan 15 lembaga kemanusiaan berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara. Keragaman ini membuat pelatihan semakin menarik, karena masing-masing lembaga selain belajar materi SPHERE tetapi juga sharing dengan peserta lain yang memiliki berbagai pengalaman dalam merespon bencana.

Syahri mengungkapkan, sedikitnya 4 faktor utama yang harus dipenuhi dalam SPHERE yaitu Food and Nutrition, Wash, Shelter, dan Health. Poin-poin tersebut telah tertuang dalam buku berjudul, “The SPHERE Handbook-Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response,” yang bisa dipraktekkan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan internasional.

“SPHERE Handbook bisa menjadi acuan para pelaku kemanusiaan dalam merancang program kemanusiaan dan kerja-kerja di lapangan. Dalam buku ini telah dilakukan revisi setiap tahunnya oleh para pelaku kemanusiaan internasional, donor, akademisi dan berbagai elemen demi menyempurnakan respon bencana. Agar apa yang dilakukan relawan di lokasi bencana bisa mengurangi penderitaan para korban, bukan malah memberikan dampak buruk yang lebih besar dan jumlah korban yang semakin meningkat.” Ujar Syahri saat menyampaikan materi.

Standar minimum yang telah ditetapkan oleh SPHERE sebaiknya bisa dipenuhi para relawan atau donor saat memberikan bantuan. Namun, tetap harus diikuti dengan terlebih dahulu melakukan assessment kepada para korban, sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Syahri juga menambahkan, apabila bantuan yang diberikan tidak memenuhi standar SPHERE sebaiknya langkah yang dilakukan relawan atau para pelaku kemanusiaan adalah melakukan kolaborasi agar standar tersebut dapat terpenuhi.

Dewi Maryam, selaku Manager Fundraising dari STF UIN Jakarta mengungkapkan bersyukur sekali telah diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Ilmu tentang SPHERE telah mengajarkan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata-mata apa yang bisa kita berikan, namun lebih pada apa yang dibutuhkan oleh para korban.

Pelatihan SPHERE ditutup dengan kegiatan filed trip ketiga tempat, 1) Darulbarakah School, yang merupakan sebuah sekolah berisi sekitar 1.100 anak dari usia pra sekolah sampai sekolah menengah atas. Sekitar 160 anak adalah yatim dan dhuafa yang memperoleh pendidikan gratis dan juga berasrama di sana. Selanjutnya kunjungan ke yaitu 2) Fathoni University tidak banyak yang dilakukan hanya berfoto dan melihat-lihat lingkungan kampus, dan 3) Drug Rehabilitation Center Madrasa ini merupakan kunjungan yang terakhir namun sangat bermakna karena para peserta diajak menyebrangi pulau. Di sana terdapat tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba, sehari-hari mereka diberikan terapi dan juga dibekali materi agama, sekitar 4-6 bulan rata-rata mereka bisa pulih dan kembali kepada keluarganya. Selanjutnya masing-masing peserta kembali pulang ke negara asalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here