Jakarta, 14 September 2026 — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus berkomitmen dalam mendukung pendidikan mahasiswa melalui kegiatan Penyerahan Beasiswa STF Tahun Akademik 2026 Semester Ganjil dan Welcoming Awardee di Ruang Diorama, Kampus 1 UIN Jakarta, Senin (14/9).

Kegiatan ini menjadi momentum penyambutan 56 awardee baru sekaligus pembekalan untuk mendorong mahasiswa tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, kompeten, dan peduli terhadap sesama.

Dalam sambutannya, Direktur STF UIN Jakarta, Prof. Dr. Amelia Fauzia, MA menjelaskan bahwa STF merupakan lembaga sosial dan kemanusiaan yang berdiri sejak 2012 dengan empat pilar CARE, yaitu Charity, Advocacy, Research, dan Endowment. Menurutnya, beasiswa STF bukan sekadar bantuan finansial, tetapi menjadi ruang untuk saling mendukung dan menumbuhkan semangat berbagi.

Hingga 2026, STF telah menyalurkan Rp3.472.576.900 kepada 1.557 penerima beasiswa sejak 2012. Khusus tahun 2026, penyaluran beasiswa mencapai Rp484.747.700 untuk 129 penerima, sementara program dana talangan pendidikan mencapai Rp83.660.000.

Prof. Amelia juga menyampaikan apresiasi kepada Tokio Marine dan Prof. Husni Rahim atas dukungan terhadap keberlanjutan program beasiswa STF. Ia menegaskan bahwa masa depan STF dan UIN Jakarta turut berada di tangan para awardee.

Sementara itu, Alexander Mahendrawan, perwakilan Tokio Marine, mengapresiasi kemitraan yang telah berjalan selama dua tahun. Selain beasiswa, kerja sama tersebut diwujudkan melalui program literasi keuangan, kompetisi Business Friend, dan kegiatan sosial masyarakat. Ia berpesan agar para awardee memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelesaikan pendidikan, meningkatkan daya saing, dan kelak giving back kepada masyarakat.

Mewakili awardee, Fatih Abdurrahman, mahasiswa semester 7 Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen menjaga amanah beasiswa dengan sebaik-baiknya.

Pada sesi Welcoming Awardee, Prof. Husni Rahim membawakan tema “Dari Penerima Beasiswa Menjadi Sarjana Tangguh.” Ia mengajak mahasiswa memandang beasiswa sebagai kesempatan untuk bertumbuh, bukan sekadar bantuan.

Prof. Husni menekankan tiga modal utama mahasiswa: moral atau karakter, kinerja atau kompetensi, dan kemampuan belajar. Ia juga memperkenalkan pola pengembangan diri 1–1–1–1 setiap semester, yaitu satu target akademik, satu kompetensi baru, satu karya atau proyek, dan satu kontribusi untuk orang lain.

Menurutnya, memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan ijazah. Mahasiswa perlu membangun Character, Competence, Portfolio, Experience, dan Network sebagai rekam jejak yang menunjukkan kapasitas mereka.

Ia menutup pembekalan dengan pesan pay it forward: hari ini menerima kesempatan, besok menciptakan kesempatan. Kontribusi dapat dimulai dari memberikan waktu, berbagi pengetahuan, membuka jejaring, hingga berbagi secara finansial ketika telah mampu.

Melalui kegiatan ini, STF UIN Jakarta berharap para awardee tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tumbuh menjadi sarjana tangguh yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here