Jakarta, 14 Oktober 2026 — Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memulai rangkaian pembinaan volunteer penerima Beasiswa STF Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan English Class yang berlangsung di Ruang Diorama UIN Jakarta, Rabu (14/10).
Program pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kepercayaan diri para awardee, khususnya dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Melalui rangkaian pembelajaran yang dirancang secara bertahap, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi diri sekaligus memperkuat komitmen untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan STF.
Kegiatan perdana ini diikuti oleh 26 peserta dan diawali dengan pembukaan serta pengantar oleh Ms. Zulfa. Ia menjelaskan bahwa sesi tersebut merupakan gambaran awal dari proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, dengan menggabungkan latihan writing dan speaking dalam satu pertemuan. Ia juga menegaskan bahwa kelas ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh peserta, tanpa membedakan tingkat kemampuan bahasa Inggris.
“Di sini tidak ada yang superior. Di sini nggak ada yang standar… nggak ada yang basic, nggak ada yang premium… Semuanya dari nol kita belajarnya,” ujar Ms. Zulfa. Ia turut mengingatkan, “Bahasa Inggris tuh nggak boleh malu-malu,” sebab rasa malu dapat menghambat peserta untuk berlatih membaca dan berbicara.
Praktik dimulai dari surat yang ditulis peserta sebagai tugas pra-kelas. Surat tersebut boleh ditujukan kepada siapa saja, tetapi harus memuat pengalaman masa lalu dan harapan untuk masa depan. Di bawah bimbingan Drs. Murni Jamal, MA, peserta membacakan surat masing-masing dengan suara lantang, pelafalan yang jelas, dan spelling yang tepat. Teks surat juga ditampilkan di layar agar dapat disimak bersama.
Setelah pembacaan, peserta diajak mengidentifikasi unsur tata bahasa dalam surat, termasuk penggunaan grammar dan jumlah tenses. Ms. Zulfa membantu mengoreksi, Sania turut memandu dari depan, sementara peserta lain mengikuti arahan Drs. Murni.
Dalam pengantarnya, Ms. Zulfa menyampaikan bahwa kelas ini tidak menjamin peningkatan skor tes bahasa Inggris secara instan. Namun, ia berharap peserta dapat memahami materi dan proses yang mereka kerjakan. Ia juga menanyakan apakah ada peserta dengan skor 500 atau 600 yang bersedia membantu proses penilaian.
Melalui latihan sederhana ini, peserta tidak hanya berlatih membaca dan berbicara, tetapi juga belajar mengenali tata bahasa dari tulisan sendiri. Pesan yang ditekankan sepanjang sesi: kemampuan bahasa berkembang melalui praktik, keberanian, dan kesediaan untuk terus belajar. (Penulis: Ibrahim Thoriq | Editor: Nurwanti)





