Jakarta, 8 Oktober 2026 — Belajar bahasa Arab tidak selalu dimulai dengan menghafal kaidah ataupun teori. Keberanian untuk berbicara, mendengarkan, dan mengenali kosakata dapat menjadi langkah awal dalam mempelajarinya. Semangat tersebut hadir dalam pertemuan perdana kegiatan Arabic Class yang diselenggarakan pada Kamis (8/10) di Ruang Diorama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan menghadirkan Zainul Farihin sebagai pemateri.

Diawali dengan perkenalan menggunakan bahasa Arab, Zainul Farihin mengajak peserta untuk memahami pentingnya bahasa Arab, terutama bagi mahasiswa Muslim. “Kenapa kita yang lebih terbiasa dengan bahasa English namun juga harus belajar bahasa Arab? Karena di antara tujuan kita belajar bahasa Arab adalah agar kita mampu memahami ajaran agama Islam dengan baik dan benar,” ujarnya.

Pemateri juga memperkenalkan dasar ilmu bahasa Arab yaitu ilmu nahwu dan sharaf. Zainul menjelaskan bahwa nahwu berfokus pada susunan kalimat. Adapun sharaf mempelajari perubahan bentuk kata. Peserta juga dikenalkan dengan jumlah ismiyah, yakni kalimat yang diawali kata benda, dan jumlah fi’liyah, yaitu kalimat yang diawali kata kerja.

Pada sesi tanya jawab, Habibul Najib menanyakan hal yang perlu diprioritaskan dalam persiapan tes Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL). Zainul menyarankan agar peserta mulai mempersiapkan kemampuan listening atau menyimak sejak awal karena bagian tersebut biasanya menjadi salah satu tantangan dalam tes. Pertanyaan berikutnya membahas urutan mempelajari nahwu dan sharaf. Menurutnya, hal itu bergantung pada kebutuhan pembelajar.

Zainul menjelaskan bahwa bagi mereka yang hendak mengasah skill berbicara, latihan percakapan dapat dimulai tanpa harus terlalu terpaku pada kaidah bahasa sejak awal. Nahwu dan sharaf tetap dipelajari secara bertahap seiring dengan praktik berbicara.

Pertemuan perdana Arabic Class ini menghadirkan beragam metode pembelajaran, mulai dari praktik perkenalan, menyimak film, mengenali kosakata, memahami dasar tata bahasa, hingga mendengarkan lagu. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal bahasa Arab melalui pengalaman belajar yang lebih variatif dan tidak terbatas pada penjelasan teori. Kegiatan Arabic Class merupakan bagian dari rangkaian pembinaan STF bagi para awardee penerima beasiswa. Melalui kegiatan ini, STF berupaya mendukung pengembangan kompetensi peserta, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab yang dapat menunjang kebutuhan akademik maupun pengembangan diri. Selain sebagai sarana komunikasi, kemampuan bahasa Arab juga diharapkan menjadi bekal bagi para awardee untuk memahami sumber-sumber ajaran Islam secara lebih mendalam. (Penulis: Ibrahim Thoriq | Editor: Nurwanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here