Dokumentasi Tim Media STF

STF News (2/11) – Forum Zakat menggelar CEO OPZ FORUM 2022 pada 2-3 November 2022 di Hotel Millenium Sirih Jakarta Pusat. Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Kontribusi Zakat dalam Pembangunan Negara”. CEO OPZ Forum 2022 turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kementerian Agama, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA., Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. Ashabul Kahfi, M.Ag, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A., Pimpinan BAZNAS RI, Drs. KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., dan seluruh Pimpinan/CEO OPZ se Indonesia. Terdapat 95 lembaga dengan 119 peserta hadir dalam kegiatan ini selama dua hari ke depan. Salah satunya STF yang diwakili oleh Ibu Sri Hidayati, M.Ed selaku Direktur Program turut hadir dalam kegiatan ini.

Dokumentasi Tim Media STF
Dokumentasi Tim Media STF

“CEO OPZ FORUM kali ini membahas isu-isu strategis bangsa, mulai dari isu kemiskinan dan bagaimana dampaknya di Indonesia”, tutur Bambang Suherman, Ketua Forum Zakat.

Framework kegiatan ini adalah sebagai upaya merespon krisis bagi lembaga zakat. Menurut Bambang, ke depan komoditas holtikultura akan tetap eksis di tengah krisis dan mampu membantu lembaga zakat untuk mendistribusikan kebutuhan pangan serta memberdayakannnya kepada masyarakat luas sebagai upaya nyata dalam rangka mewujudkan sustainability. Meski demikian, bidang lainnya seperti pendidikan serta sosial masih bisa tetap dijalankan.

Upaya mewujudkan keberlanjutan dalam gerakan zakat tentu menjadi concern bagi lembaga zakat saat ini. “Kita harus melakukan perbaikan dalam pembuatan program zakat. Jangan sampai potensi zakat tumbuh namun mustahik juga tumbuh. Zakat itu harus bisa mengentaskan kemiskinan. Untuk itu zakat produktif harus didistribusikan untuk pemberdayaan masyarakat.”, papar Tarmizi Tohor, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI.

Urgensi dalam menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai tugas dan fungsinya turut dipaparkan oleh Tarmizi. Kemenag RI melalui program Literasi Zakat dan Wakaf telah berupaya mengedukasi lembaga zakat dan masyarakat. “Selain itu, lembaga zakat harus bekerja dalam 2 kepatuhan yaitu kepatuhan regulasi negara dan kepatuhan syariah agar dapat mempertanggung jawabkan secara jelas.”, tambahnya.

Penguatan lembaga zakat dalam kegiatan ini menjadi upaya FOZ dalam menciptakan kolaborasi sebagai respon perkembangan di masa mendatang. “Arah pendistribusian zakat di 2023 akan menyesuaikan dengan transformasi digital lembaga zakat. Tren ini akan mempengaruhi cara menghimpun zakat serta mempengaruhi behavior masyarakat dalam menyalurkan zakat. Untuk itu perlu kolaborasi bersama lembaga zakat untuk mendesain program yang sustain dan impactful. Disinilah FOZ hadir untuk mengkonsolidasi lembaga zakat, salah satunya melalui forum ini” jelas Bambang.

“Forum Zakat memiliki visi vertikal dan horizontal. Visi vertikal yaitu bagaimana keterlibatan dalam kebijakan untuk menguatkan umat. Sedangkan visi horizontal adalah untuk memperkuat popularitas gerakan zakat. Di tahun ini, FOZ akan mengadakan Indonesia Giving Fest 2022 sebagai apresiasi bagi lembaga zakat yang telah memiliki dampak dalam programnya.” tutur Irvan Nugraha, Sekretaris Forum Zakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here