Jakarta, STF News – Senini (25/03/2024) – Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta, kembali hadir melanjutkan program tahunan di bulan yang penuh dengan keberkahan. Dalam Kajian series 2 ini, STF selaku badan pengelola zakat dan wakaf mengangkat tema “Mengelola Harta Untuk Kebahagiaan Bersama Al-Qur’an”.

Kajian pada series ini, dihadiri oleh Direktur STF yaitu ibu Prof. Amelia Fauzia M.A, Ph.D dan dinarasumberi oleh Prof. Dr. Asep Usman Ismail M.Ag, yang merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Masih sama dengan series sebelumnya, kajian ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom, dari pukul 14.00-15.00 WIB, dan dibuka untuk umum.

Dalam Kajian Ramadan STF Series 2, Prof. Dr. Asep Usman Ismail M.Ag menekankan beberapa aspek terkait pengelolaan harta menurut ajaran Al-Qur’an. Beliau mengawali dengan menekankan pentingnya memiliki perencanaan hati yang baik sebagai langkah awal dalam mengelola harta. Menurutnya, niat yang tulus dan hati yang bersih akan memberikan berkah dalam segala aspek kehidupan. Beliau juga menyampaikan bahwa Allah SWT dalam firmannya, menganjurkan umat Islam untuk mencari karunia Allah SWT dengan bekerja keras.

Sebagai bagian dari kajian ini, Prof. Dr. Asep Usman mengilustraasikan pentingnya berbagi sebagai investasi akhirat. Hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Insan ayat ke 8-13. Makna filosofi dari kandungan ayat tersebut adalah bahwa harta sekecil apapun yang kita raih di dunia itu harus dibawa ke akhirat. Adapun caranya ada dua, seperti yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Pertama, ada harta yang dibawa sendiri, dan ada harta yang dititipkan. Harta yang dibawa sendiri adalah misalnya ibadah haji, umrah dan lainnya. Sedangkan harta yang dititipkan ini ada etika professional misalnya dititipkan kepada Lembaga yang professional agar pemanfaatannya digunakan untuk fungsi sosial dalam rangka membantu sesama. Beliau menjelaskan bahwa orang yang menyalurkan harta di jalan Allah akan mendapatkan kebaikan yang terus bertumbuh dan berkembang di akhirat, karena sejatinya kita akan hidup abadi di akhirat. Dalam ayat tersebut narasumber juga mengisahkan sayyidah Fatimah, putri nabi, wanita yang gemar berbagi dan hanya mengharapkan ridho dari Allah tanpa mengharapkan balasan. Disebutkan dalam Al-Qur’an jaminannya langsung dari Allah bahwa orang-orang yang sering berbagi dan pada kemungkinan situasi terburuk akan dilindungi oleh Allah.

Narasumber juga melukiskan titik kebahagiaan orang-orang yang sering berbagi dalam perspektif Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261. Dimulai dengan kata anfaqo yang kita kenal dengan infak. Dalam hal ini diumpamakan harta yang diperoleh itu seperti air yang ketika disimpan di tempat tabung yang besar kemudian diberi lubang kecil, maka air itu akan mengalir ke tempat yang lebih rendah karena itu hukum alam. Inilah yang kemudian disebut fungsi sosial harta, maksudnya harta itu bisa dimanfaatkan atau dialokasikan untuk kebutuhan sosial (yang membutuhkan). Kita harus yakin bahwa harta yang dibagikan itu akan membantu dan meringankan problem-problem mereka para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Orang-orang yang gemar berbagi sama halnya berada di jalan Allah sepanjang kebaikan itu disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, dan oleh Allah akan dinilai seperti satu biji (habbah) tetapi bukan biji yang diam tetapi biji yang tumbuh. Apabila dihitung satu biji itu menjadi tujuh ratus, inilah yang akan dirasakan oleh pihak yang memberi.

Mengingat betapa banyaknya ganjaran yang didapatkan dari berbagi, terlebih di bulan Ramadan. Dimana semua pahala ibadah kebaikan akan dilipat gandakan. Lalu bagaimana dengan kalangan mahasiswa yang ingin bersedekah di bulan yang penuh berkah ini? Pada Kajian Ramadan STF series ini, Prof. Dr Asep Usman juga membagikan beberapa tips, diantaranya yaitu: mahasiswa bisa mendapatkan kebaikan dari ilmunya dengan mensedekahkan ilmu yang dimilikinya, membiasakan diri untuk menebar hal-hal postif terhadap sesama, dengan rutin bersedekah mulai dari nominal terkecil, dan menyalurkannya pada lembaga-lembaga professional dan terpercaya agar uang yang telah disedekahkan tesebut dapat teralokasikan dengan cepat dan tepat.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi para peserta untuk menjalani kehidupan dengan prinsip-prinsip pengelolaan harta yang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an. STF UIN Jakarta berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara-acara bermanfaat demi kemajuan umat dan masyarakat.

Penulis : Halimah Rashifah & Alfina Ika/ Volunteer STF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here