Sri Rosyani menyalami Manajer Bungkesmas Sri Hidayati di kantor Balai Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Minggu 26 Mei 2019. Perempuan yang mengenakan jilbab hitam dan busana merah muda itu menerima uang santunan senilai Rp 2,8 juta setelah ditinggal wafat ibundanya, Ai Muainah. “Kami selaku ahli waris mengucapkan terimakasih kepada Bungkesmas atas uang santunan ini,” tuturnya.

Ibundanya, Ai Muainah, telah wafat akibat terserang Tumor Ovarium. Sudah lebih dari setahun perempuan kelahiran 4 Desember 1969 itu bertahan melawan penyakit ganas tersebut. Yani, rutin membawa ibundanya berobat ke Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Fatmawati. Keluarga dhuafa itu mengandalkan fasilitas BPJS Kesehatan. Kendati gratis, tetap saja Yani harus merogoh kocek untuk biaya transportasi dan makan selama pengobatan.

Untungnya saat kondisi Ai Muainah masih sehat, ibu rumah tangga itu sudah terdaftar sebagai peserta Bungkesmas, sebuah asuransi mikro, mudah, murah, dan penuh manfaat bagi mereka berpendapatan rendah. Program asuransi yang diinisiasi dan dikelola oleh Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta itu saat ni memiliki lebih dari 16 ribu peserta.

Karena tergolong keluarga pra sejahtera, pada Maret 2019 Ai Muainah dan 99 dhuafa lainnya didaftarkan ke program Bungkesmas oleh STF. Biaya premi asuransi mikro ini senilai Rp 100.000 per tahun. Namun biaya tersebut ditanggung Mandiri Amal Insani Foundation. Dengan terdaftar sebagai peserta Bungkesmas, Ai Muainah akan mendapat uang santunan Rp 100.000 per malam jika dirawat inap karena sakit atau kecelakaan, Rp 2,5 juta jika meninggal karena sakit, dan Rp 20 juta jika meninggal dunia karena kecelakaan.

Beberapa bulan kemudian, situasi buruk terjadi. Ai Muainah didiagnosa mengidap tumor Ovarium. Nahas, kondisi Ai Muainah semakin memburuk. Perempuan tiga anak itu semakin lemah. Ia diboyong ke RSUP Fatmawati untuk menjalani perawatan intensif. Setelah tiga malam dirawat, Ai meninggal dunia pada 16 April 2019. Keluarganya pun berduka. Tidak menunggu lama, tim manajemen Bungkesmas bergerak mengurus klaim santunan keperusahaan asuransi mitra Bungkesmas, Takaful. Dalam tempo kurang dari satu bulan, dana santunan dicairkan senilai Rp 2,5 juta untuk santunan kematian, dan Rp 300 ribu untuk rawat inap selama 3 malam.

Bertepatan dengan acara santunan anak yatim di bulan Ramadhan lalu, Sri Rosyani menerima santunan dari manajemen Bungkesmas Sri Hidayati dengan disaksikan Kepala Desa Cidokom dan Direktur Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta Amelia Fauzia, Ph.D. “Ibunda kami memang telah tiada, tetapi santunan dari Bungkesmas ini sangat berarti bagi kami ahli warisnya,” tutur perempuan yang akrab disapa Yani itu.

Bungkesmas – Menenangkan Hati Lebih Mandiri
.
📱 0877-7713-8393
✉ Bungkesmas@uinjkt.ac.id
🌐 www.bungkesmas.org
📺 Instagram @bungkesmas_stfuinjkt2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here